Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Words

You Do You

You do You, Lakukan apa yang kamu bisa. Lakukan semampu kamu. Berproses jangan sering melihat proses orang lain. Karena semua orang memiliki proses yang berbeda.  Semua yang sudah ditakdirkan menjadi milik kita, nggak akan pernah bisa menjadi milik orang lain. Sama juga, semua yang nggak ditakdirkan untuk kita miliki nggak akan pernah kita miliki. Jadilah kamu yang asli. Bersikap baiklah terhadap diri dan orang lain.

LDR-an Lewat Do'a

Seberapa jauh jarak seseorang dengan kita, kita mesti ingat bahwa menjadi dekat itu bukan hanya dapat dilihat. Namun juga bisa dirasakan.  Seperti kata sad boy atau sad girl yang katanya terlalu dekat untuk merindu. Atau terlalu rindu untuk dekat. Atau yang dirindu malah merindukan yang lain. Riza nggak ngerti dan kurang paham. Meski jauh namun kita tetap merasa dekat. Itu nikmatnya LDR-an lewat do'a. Kata temen gue, do'a itu menguatkan. Dan kekuatannya itu nggak seperti yang kita bayangkan. Untuk temen gue yang lagi galauin orang tuanya yang disana. Yang nggak bisa balik karena ada PSBB lagi, sabar ya. Tetep komunikasi daring lewat do'a. Batin anak sama orang tua itu nyambung dan kuat banget. Buat yang lagi galauin pacarnya yang disana. Jangan khawatir bakal ditikung. Tenang kalo dia beneran bisa dipercaya, mau godaan seberat apapun kalo hatinya ditakdirkan buat Lo juga pasti akan buat Lo. Untuk yang lagi ambyar sekolah daring, kuliah daring, dan segala macamnya yang nggak...

Satu Hal Kecil

Berbuat baik terhadap sesama bisa dilakukan dengan banyak hal. Bukan hanya harus selalu menjadi yang terdepan untuk disetiap deretan peristiwa, atau selalu pergi bersama. Perbuatan baik yang bisa kita lakukan kepada orang lain minimal kita bisa mendengarkan ceritanya, melihat siapa dirinya, yang akhirnya kita bisa mendapatkan pelajaran darinya. Maka dari itu, mendengarkan cerita orang lain bukanlah hal yang sia-sia. Beberapa ceritanya mungkin bisa kita ambil sebagai bahan pelajaran atau bekal perjalanan.

Don't Feel, Think!

Tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan perasaan. Tidak semudah itu dengan perasaan manusia yang pemaaf kemudian segampang itu memaafkan atau mengikhlaskan. Bukan mengajari untuk bersikap menyeleweng. Karena perasaan dan pikiran selalu mempunyai peranan yang sama. Jangan menomor satukan perasaan. Karena perasaan itu bisa berubah-ubah. Jangan juga menomor satukan pikiran. Karena memutuskan perkara tanpa diiringi perasaan bisa menghadirkan kekhawatiran atau keraguan dalam hati. Mungkin karena alasan perempuan yang katanya lebih dominan menggunakan perasaannya yang membuat kita (perempuan) lebih belajar rasional dengan menggunakan akal. Yaitu dengan cara berpikir. Berbeda dengan laki-laki yang mungkin sedikit perlu belajar bagaimana berpikir dengan diiringi perasaan di dalamnya. Jadilah seimbang, sesuai porsi, dan terus belajar memahami " sebenarnya kita sedang berpikir dengan akal atau hati kita?". Kelihatannya hati harusnya hanya bisa merasa. Tapi justru dialog denga...

Ngelantur Kemana-mana

Jika ada rasa harap yang tak bertepi, mungkin itu artinya kita sendiri yang harus menepi. Membiarkan hati kita berharap tanpa ada jawaban terucap atau bahkan sekadar terlintas lewat hati itu sadis sekali.  Karena sejatinya jika memang pengharapan itu dibenarkan, kita tak perlu pusing dan dilanda kekhawatiran. Azas saling percaya dan mempercayai akan tetap melekat didalam jiwa. Sekalipun tak mampu untuk diucap.

Suara Pagi

Masih dengan orang yang sama, kebingungan yang sama, walau dengan waktu yang telah berubah. Suara hati yang membuat tanya terlalu pagi. Berbisik seakan menarik diri yang telah lama pergi.  Bukan karena ada luka batin. Tapi sebuah kejelasan sangat ku nanti dan bukan sebatas bisikan hati atau ilusi yang membangun mimpi-mimpi yang bertepi.  Katakanlah dan tunjukkanlah jawabnya.

Menahan Untuk Berkata Kasar

Se-nggak mungkin nggak mungkinnya orang, setulus-tulusnya orang, atau bahkan se- angel-angelnya orang, masih bisa banget lho untuk dia berkata kasar kepada orang lain. Kita punya banget kesempatan akan itu dan punya hak atas itu. Saat emosi kemudian darah seakan mendidih naik ke atas kepala, kesempatan kita untuk berkata kasar sangat terbuka lebar. Tapi tidak bagi orang yang mempunyai pikiran kedepan. Kemudian teringat bahwa : "Emosi hanya membuang-buang waktu, menghabiskan tenaga, dan melelahkan hati". -Inti Rizqiya  

Malam Renungan

Ada banyak nikmat yang sering kita lupakan. Hanya karena satu hal yang membuat kita tidak puas akan sesuatu. Memang tidak semua orang bisa mengetahuinya. Hanya orang-orang yang menggunakan akalnyalah yang akan terus belajar memahaminya. Kemudian bersyukur atas apapun yang dia punya.